Panduan Kuliner Pasar Induk Among Tani Lantai 3 dan Peta Lokasi dan Harga Menu Hidden Gem 2026
Pernah
kebayang gak, sarapan nasi jagung dengan lauk ikan asin renyah sambil menatap
kemegahan Gunung Panderman tapi bayarnya cuma seharga jajanan kaki lima? Kalau
kalian pikir pengalaman mewah ini cuma ada di kafe rooftop mahal yang bikin dompet nangis, kalian wajib
banget merevisi bucket list
liburan tahun ini.
Selamat datang di wajah baru Pasar Induk Among Tani Kota Batu khususnya di Lantai 3. Lupakan bayangan pasar
yang becek, gelap, atau bau menyengat.
Tempat ini
sudah berubah total menjadi destinasi wisata kuliner modern yang super kece dan
bersih. Saking kerennya, tempat ini mulai mendefinisikan ulang gaya nongkrong
hemat tapi mewah di Jawa Timur.
Buat kamu yang lagi menyusun rencana jalan-jalan, tempat ini harus
masuk daftar prioritas kalian.
Tempat ini
mungkin setara dengan spot hits lainnya yang bisa dicek di
Transformasi Pasar Dari Belanja Sayur Jadi
Wisata Visual
Ada fenomena unik yang lagi kejadian di Kota Batu. Pasar Induk
Among Tani sekarang bukan cuma tempat ibu-ibu nawar cabai di pagi buta. Lantai 3 pasar ini sudah disulap
jadi Zona Kuliner (Food Court)
modern dengan pemandangan kelas hotel bintang lima.
Konsepnya jenius banget karena menggabungkan rasa autentik masakan
pasar dengan kenyamanan fasilitas modern.
Lantainya
keramik bersih kinclong, lampunya terang, sirkulasi udaranya sejuk (tanpa AC
pun udara Batu sudah dingin kan?), dan meja-kursinya tertata rapi. Bikin betah
berlama-lama deh!
Tapi daya tarik utamanya jelas Pemandangan Alamnya. Coba bayangkan duduk di tepi
jendela kaca raksasa sambil nyuap soto panas sementara di depan mata terhampar
lanskap Kota Batu dengan latar belakang Gunung Panderman yang gagah.
Kalau
cuaca lagi cerah, gugusan pegunungan yang mengelilingi Batu kelihatan jelas
banget. Lumayan kan buat stok foto Instagram tanpa perlu filter berlebih?
Pemerintah Kota Batu menegaskan bahwa transformasi Pasar Induk Among Tani merupakan bagian dari upaya peningkatan daya saing UMKM lokal. Salah satu fokusnya adalah mendorong pedagang agar mampu melayani wisatawan dengan standar kebersihan yang lebih baik tanpa menghilangkan karakter kuliner tradisional.
Navigasi Lokasi Cara Gampang Menuju Surga Kuliner
Lantai 3
Buat kalian yang baru pertama kali injak kaki di sini, ukuran
pasar yang gede banget mungkin bikin bingung. Tapi tenang aja karena rutenya
gampang banget kok.
Naik Bus Trans Jatim Paling Hemat dan Praktis
Kehadiran Bus Trans
Jatim bener-bener jadi penyelamat buat traveler hemat. Bus ini punya
pemberhentian terakhir tepat di Terminal
Batu yang lokasinya strategis banget.
·
Tinggal Jalan Kaki Dari titik turun bus di Terminal Batu, kalian hanya perlu jalan kaki
beberapa langkah (gak sampai 5 menit) buat sampai ke gerbang pasar.
·
Transit Point Ini bikin pasar jadi tempat singgah paling
masuk akal buat kalian yang baru sampai. Sebelum check-in hotel atau lanjut ke tempat wisata lain,
mending isi bensin (baca: makan) dulu di sini.
·
Hemat Budget Naik Trans Jatim jauh lebih murah dibanding
bawa mobil sendiri, apalagi pas musim liburan di mana cari parkir bisa jadi
drama tersendiri.
Info lengkap soal rute dan tips transportasi ini bisa kalian
pelajari di panduan
Langsung ke Zona Kuliner
Begitu sampai di gedung pasar, cari aja akses utama menuju lantai
atas. Bisa pakai tangga atau eskalator yang tersedia. Ingat ya Zona Kuliner terpusat di Lantai 3.
Jangan berhenti di lantai 1 atau 2 kecuali kalau mau beli sayur mentah atau baju. Begitu sampai lantai paling atas, aroma masakan sedap bakal langsung menyambut hidung kalian.
Bedah Menu dan Review Tenant Daftar Wajib Coba
Nah di sini tantangannya dimulai yaitu milih makanan! Dengan
puluhan tenant yang aromanya menggoda iman, wajar kalau bingung.
Berdasarkan
riset lapangan dan testimoni para pemburu makanan enak, ini dia kurasi kuliner
yang wajib dicoba biar lidah
kalian dimanjakan rasa autentik.
Mie Pangsit Ayam Pojok atau Mie Podjok Sang
Legenda 1990an
Kalau tanya warga lokal soal mie ayam paling ikonik di sini,
mayoritas pasti nunjuk satu nama yaitu Mie Pangsit Ayam Pojok. Jangan ketipu sama namanya
yang sederhana atau lokasinya yang di pasar. Kedai ini bawa reputasi legendaris
sejak tahun 1990-an lho!
Apa yang bikin
spesial? Rahasia enaknya ada
di konsistensi. Resep klasik yang dipakai gak pernah berubah selama puluhan
tahun.
·
Tekstur Mie Unik Beda sama mie ayam Jakarta yang tipis
keriting, Mie Podjok pakai mie ukuran besar, tebal, dan kenyal hampir mirip Udon Jepang. Tekstur ini
bikin sensasi gigitan (mouthfeel)
yang puas banget.
·
Topping Melimpah Taburan daging ayam cincangnya gak pelit (generous). Rasanya
cenderung gurih manis khas Jawa Timur dan jodoh banget sama kuah kaldu bening
yang disajikan terpisah.
·
Harga Dengan kualitas rasa legendaris begini,
harganya bikin kaget karena cuma sekitar Rp8.000 sampai Rp13.000 per porsi. Bandingin deh sama
harga makanan di tempat wisata buatan, jauh banget bedanya!
Tips: Kedai ini selalu ramai antrean dari pagi
sampai siang. Usahakan datang sebelum jam 12.00 siang kalau gak mau nunggu
lama.
Sego Empok Bu Panen Rasa Ndeso yang Ngangenin
Buat kalian yang cari pengalaman rasa "njawani" atau mau
nostalgia masakan nenek di desa, Sego
Empok Bu Panen itu hukumnya wajib. Sego Empok adalah nasi jagung khas Batu
atau Malang, tapi di tangan Bu Panen makanan sederhana ini jadi istimewa.
Bedah Rasa
·
Nasi Jagung Teksturnya pulen dan gak bikin seret di
tenggorokan. Wangi jagungnya kerasa banget.
·
Sayur Tewel atau
Nangka Muda Ini kuncinya.
Sayur lodeh nangka mudanya dimasak bumbu pedas gurih yang medok. Santannya kental
dan bumbunya meresap sampai ke serat nangka.
·
Lauk Pelengkap Satu porsi biasanya dilengkapi Mendol (tempe bumbu kencur
yang digoreng garing), Dadar
Jagung, dan Ikan Asin
renyah. Perpaduan gurih, pedas, dan asin dari ikan bikin rasa seimbang di
mulut.
Menu ini biasanya disajikan dengan sayur pecel sebagai topping tambahan. Sego Empok ini definisi comfort food warga Batu.
Sayangnya
karena laku banget, lauk-pauk best
seller sering habis jelang siang. Jadi jadikan ini menu sarapan atau brunch kalian ya!
Soto Daging Bu Tin Warung Mak Tin Penghangat di
Pagi Buta
Para "pejuang subuh" atau traveler yang sampai pakai bus
pagi pasti akrab banget sama tempat ini. Warung Mak Tin sering jadi penyelamat perut kosong di
pagi buta.
Beda sama soto Lamongan yang kental koya, Soto Daging di sini
punya karakter kuah bening segar tapi kaya rempah.
·
Rasa Rumahan Cita rasanya homey banget kayak masakan ibu di rumah. Kuahnya
ringan dan gak bikin eneg tapi tetap gurih berkat kaldu daging sapi asli.
·
Porsi Pas Disajikan di mangkuk dengan nasi yang bisa
dicampur atau pisah. Potongan dagingnya empuk dan gak pelit.
·
Harga Sekitar Rp15.000 aja, murah banget buat semangkuk kehangatan
di tengah dinginnya udara Kota Batu.
Tempat ini highly
recommended buat kalian yang baru turun dari bus Trans Jatim dan butuh
tenaga sebelum lanjut jelajah
Lumpur Kentang Wolak Walik Si Manis yang Lembut
Habis makan berat perut pasti minta penutup yang manis-manis.
Jangan sampai kelewatan Lumpur
Kentang Wolak Walik. Jajanan ini pelopor kue lumpur kentang di kawasan sini
sejak tahun 2012.
·
Tekstur Kue lumpurnya lembut banget dan lumer di mulut
(melt in mouth). Karena
dibuat dari kentang asli teksturnya padat tapi halus.
·
Penyajian Selalu disajikan hangat (fresh from the oven).
Aroma panggangan atau bakarannya itu lho bikin ngiler!
·
Topping Ada banyak varian kayak Kismis, Keju, dan Kelapa Muda. Varian kelapa
muda ngasih sensasi gurih yang kontras sama manisnya adonan kue.
Harga satuannya murah meriah mulai Rp4.000 - Rp7.000. Cocok banget dibungkus banyak buat
bekal camilan pas lanjut jalan ke
Bedah
Tuntas Menu Battle of Flavors dan Hidden Gems
Setelah tadi kita bahas menu-menu wajib buat pemula, sekarang
waktunya buat kalian yang foodie
sejati.
Di Lantai
3 ini persaingan rasa itu ketat banget lho. Seleksi alam berlaku di sini karena
cuma yang rasanya beneran enak yang bakal bertahan antreannya.
Battle
of Bakso Bakso Monik vs Tetangga Sebelah
Main ke Malang Raya tanpa makan bakso itu ibarat main ke pantai
tapi gak basah-basahan alias kurang
afdol! Di Lantai 3 ini ada banyak banget pilihan bakso.
Tapi ada
satu nama yang sering disebut-sebut sebagai "juara bertahan" yaitu Bakso Monik.
Mari kita bedah apa sih bedanya Bakso Monik sama kedai bakso lain
di pasar yang sama?
Analisis Kuah The Broth
·
Bakso Monik Kuahnya tipe kaldu sapi bening tapi
"berbobot". Kalian bisa ngerasain kalau kaldu ini hasil rebusan
tulang sumsum dan daging sapi asli lama, bukan cuma modal penyedap rasa.
Aromanya wangi bawang putih goreng yang kuat. Pas diseruput rasanya ringan di
tenggorokan dan gak ninggalin rasa lengket minyak di langit-langit mulut (aftertaste bersih).
·
Kompetitor Beberapa kedai lain kadang kuahnya terlalu
berminyak atau lada-nya terlalu nusuk jadi nutupin rasa asli daging sapinya.
Kalau kalian tim kuah rich
dan berlemak mungkin suka yang lain, tapi kalau cari kesegaran maka Monik
juaranya.
Tekstur Pentol The Meatball
·
Bakso Monik Mereka punya varian pentol halus dan kasar
atau urat. Pentol halusnya punya tekstur bouncy (membal) yang pas. Gak lembek tapi juga gak
keras kayak karet. Rasa daging sapinya dominan banget. Sementara pentol
kasarnya itu bintang utamanya karena uratnya kerasa "krenyes" pas
digigit.
·
Kompetitor Di beberapa tempat lain kadang tepung kanjinya
kebanyakan jadi baksonya kenyal doang tapi kurang meaty.
Isian Pelengkap
Satu hal yang bikin bakso Malang unik itu isiannya.
·
Gorengan Mawar Kulit pangsit yang digoreng mekar. Di sini
renyah dan gak tengik.
·
Tahu Walik Tahu goreng yang dibalik dan diisi adonan
bakso. Luarnya crunchy
dan dalamnya kenyal.
Cara Makan Paling
Mantap Racik bumbu sendiri di
mangkuk. Tambahin satu sendok sambal (hati-hati karena sambal di Batu rata-rata
pedes nampol!), sedikit kecap manis, dan perasan jeruk nipis.
Jangan
lupa kerupuk putih! Semangkuk bakso hangat ini adalah comfort food terbaik setelah capek main air di
The Hidden Gems Jangan Sampai Lolos
Selain nama-nama besar tadi, ada beberapa "permata
tersembunyi" di sudut-sudut Lantai 3 yang sering luput dari perhatian influencer padahal rasanya
bintang lima. Biasanya warung-warung ini dikelola sama ibu-ibu sepuh yang ramah
banget.
Gado Gado Pojokan Cari yang Ulekan Langsung
Coba cari warung gado-gado (biasanya spanduknya sederhana
"Gado-Gado & Rujak") yang bikin bumbu kacangnya pakai metode ulek dadakan.
Beda sama
bumbu kacang blenderan yang
teksturnya terlalu halus kayak bubur bayi, bumbu ulek di sini tekstur kacangnya
masih kasar (chunky).
Rasanya
gurih manis gula merah dan ada sedikit rasa asam segar dari air asam jawa.
Sayurannya direbus setengah matang jadi masih crunchy pas dikunyah. Ini opsi makan siang sehat
buat kalian yang lagi diet serat.
Es Dawet Beras Asli
Di tengah gempuran boba dan kopi gula aren, coba deh cari gerai
yang jual Es Dawet. Pastikan
kalian tanya, "Ini dawet
beras atau kanji, Bu?" Kalau jawabnya beras langsung beli!
Dawet
beras teksturnya lebih lembut dan gampang putus jadi gak kenyal alot kayak
cendol kanji. Kuahnya pakai santan segar dan juruh (gula merah cair).
Aroma
pandan dan nangka yang biasanya dicemplungin ke juruh bikin minuman ini wangi
banget. Minum es dawet siang bolong sambil liat pemandangan Batu dari
ketinggian? Wah nikmat mana lagi yang kau dustakan!
Seblak Teteh Bandung Buat Gen Z
Buat kalian yang lidahnya gak bisa lepas dari pedas, ada tenant Seblak Teteh Bandung yang pakai
konsep prasmanan.
Kalian
bebas ambil kerupuk, bakso, ceker, dan isian lain sesuai selera dan kantong.
Mulai dari Rp1.000 per item
kalian bisa ngeracik seblak impian sendiri. Kuah kencurnya nendang banget!
Daftar
Harga Transparan 2026 Bawa Duit Berapa
Sering gak sih takut makan di tempat wisata karena takut
"digetok" harga selangit? Di Pasar Induk Among Tani transparansi
harga cukup terjaga kok. Mayoritas tenant majang daftar harga.
Biar kalian bisa siapin amunisi dompet, nih estimasi harga (Price
List) tahun 2026. Ingat ya ini estimasi rata-rata jadi bisa berubah dikit tapi
cukup akurat buat patokan.
Makanan Berat Main Course
·
Sego Empok Komplit Rp10.000 – Rp15.000 (Tergantung lauk tambahan.
Kalau tambah ayam goreng atau daging harga nyesuain).
·
Nasi Pecel Pincuk Rp10.000 – Rp13.000 (Biasanya udah dapet peyek
kacang lebar).
·
Mie Pangsit Ayam
Porsi Biasa Rp10.000 –
Rp12.000
·
Mie Pangsit Ayam
Jumbo atau Istimewa Rp15.000 –
Rp18.000
·
Bakso Malang Per
Mangkok Rp12.000 – Rp20.000 (Tergantung berapa banyak
pentol dan gorengan yang kalian comot).
·
Soto Daging atau
Ayam Plus Nasi Rp15.000 –
Rp20.000
·
Rawon Daging Sapi Rp20.000 – Rp25.000 (Rawon emang agak mahal dikit
karena pakai daging sapi potongan besar).
·
Seblak Prasmanan Rata-rata habis Rp10.000 – Rp15.000 per
mangkok udah kenyang bego.
Camilan dan Jajanan Snacks
·
Lumpur Kentang Rp3.000 – Rp5.000 per biji.
·
Gorengan Mendoan
atau Tahu Isi Rp1.500 –
Rp2.500 per biji.
·
Cenil Lupis atau
Klepon Rp5.000 – Rp8.000 per
pincuk.
·
Rujak Manis Potong Rp10.000 – Rp15.000 per porsi.
Minuman Beverages
·
Es Teh atau Teh
Hangat Rp3.000 – Rp5.000
·
Es Jeruk atau Jeruk
Hangat Rp5.000 – Rp7.000
·
Kopi Tubruk Kopi
Lokal Rp4.000 – Rp6.000
·
Es Teler atau Es
Dawet Rp10.000 – Rp16.000
·
Jus Buah Segar Rp10.000 – Rp15.000
Estimasi Total Kalau kalian makan satu porsi makanan berat
ditambah minum dan satu camilan, cuma perlu keluar duit sekitar Rp25.000 sampai Rp40.000. Murah
banget kan? Sisa duit jajan bisa dipakai buat beli tiket
Tips
Foto Biar Feeds Makin Kece
Zaman sekarang no
pic equals hoax. Makan enak doang gak cukup harus ada dokumentasi estetik
buat update story. Lantai 3
Pasar Induk Among Tani punya desain semi-industrial modern yang dipadu sama open space. Banyak angle cakep!
Ini panduan Spot
Terbaik biar foto kalian kelihatan pro dan minim bocor (photobomb).
Spot The Mountain View Wajib Fardu Ain
·
Lokasi Cari deretan meja yang nempel langsung sama
jendela kaca besar atau pagar pembatas di sisi barat atau selatan.
·
Waktu Terbaik Pagi jam 08.00 – 10.00 WIB. Matahari dari timur nyinarin
Gunung Panderman dengan sempurna. Langitnya masih biru bersih tanpa kabut.
·
Cara Foto Jangan memotret ngelawan cahaya (backlight) kecuali mau
siluet. Taruh makanan di meja, ambil angle sejajar mata (eye level) atau agak dari atas (high angle). Pastikan
gunungnya kelihatan jelas di background.
·
Tantangan Spot ini rebutan banget. Harus gerak cepat (sat-set) buat amanin kursi
di sini.
Spot Lorong Industrial Vibe
·
Lokasi Di tengah-tengah antar blok tenant. Atap pasar
yang tinggi dengan rangka baja ekspos ngasih kesan luas dan modern.
·
Cara Foto Pakai lensa wide (lebar) atau mode 0.5x di HP. Berdiri di tengah
lorong dan biarin garis atap serta lantai mandu mata ke satu titik fokus. Ini
ngasih kesan pasar ini megah dan bersih banget.
·
Waktu Terbaik Agak siangan dikit jam 11.00 WIB pas cahaya
matahari masuk lewat celah atap (skylight) dan bayangannya dramatis abis.
Spot Human Interest Aktivitas Pedagang
·
Objek Pedagang lagi ngeracik soto, uap ngepul dari
dandang bakso, atau tangan ibu-ibu nuang bumbu pecel.
· Cara Foto Pakai mode Portrait buat nge-blur background (bokeh) dan fokus ke detail makanan. Foto kayak gini "bercerita" banget dan disukai algoritma medsos karena kerasa hidup. Jangan lupa izin dulu ya sebelum jepret wajah pedagang jarak dekat.
Kebersihan
dan Kenyamanan
Panduan ini bukan cuma rangkuman Google tapi hasil observasi
langsung dinamika pasar pasca-renovasi.
Transformasi
dari pasar becek jadi food court
modern ini bukti sukses tata kelola kota. Pengalaman makannya nyaman banget
karena toilet bersih, musala layak, dan petugas kebersihan sigap. Gak
ada bau-bau aneh yang bikin ilang selera makan.
Expertise atau
Keahlian Pedagang di sini
rata-rata pemain lama. Mereka bukan pedagang dadakan yang muncul karena viral
sesaat.
Resep Mie
Podjok atau Sego Empok Bu Panen itu resep turun-temurun yang udah teruji
puluhan tahun. Keahlian mereka jaga konsistensi rasa walau pengunjung membludak
itu patut diacungi jempol.
Transparansi harga adalah kunci. Gak perlu takut ditembak harga.
Plus karena dikelola Pemkot (UPT Pasar), gak ada pungli parkir atau pengamen
yang maksa. Bikin makan jadi tenang.
Transportasi
dan Akses Cara Termudah Menuju Pasar Induk Among Tani
Salah satu keunggulan utama Pasar Induk Among Tani adalah
lokasinya yang strategis banget. Berada di jantung Kota Batu tepatnya di Jl. Dewi Sartika, pasar ini jadi
simpul pertemuan berbagai moda transportasi.
Buat kalian yang masih bingung gimana cara sampai ke sini, berikut
panduan transportasi terlengkap baik buat backpacker maupun wisatawan keluarga yang bawa
kendaraan pribadi.
Opsi
Terbaik Menggunakan Bus Trans Jatim The Game Changer
Seperti yang udah disinggung sebelumnya, kehadiran Bus Trans Jatim udah mengubah
wajah pariwisata Batu jadi lebih inklusif dan hemat.
Ini opsi
yang paling direkomendasikan kalau kalian mau irit tapi tetap nyaman.
·
Rute Perjalanan Kalau kalian berangkat dari arah Sidoarjo atau
Terminal Bungurasih Surabaya, kalian bisa transit di Terminal Porong atau
Terminal Arjosari Malang buat pindah ke koridor yang menuju Kota Batu. Bus
Trans Jatim koridor ini punya warna khas (biasanya kuning atau hijau tergantung
koridor spesifik di tahun 2026) dan gampang banget dikenali.
·
Pemberhentian
Terakhir Bus bakal bawa kalian
melintasi jalur menanjak yang indah menuju Kota Batu dan berhenti tepat di Terminal Batu.
o
Jarak ke Pasar Dari titik turun bus di Terminal Batu, kalian hanya perlu jalan kaki
sekitar 200-300 meter. Gak perlu naik ojek lagi! Cukup keluar gerbang terminal,
nyeberang jalan dikit, dan bangunan megah Pasar Induk Among Tani udah kelihatan
jelas di depan mata.
·
Biaya Tarifnya murah banget (flat rate) biasanya di
kisaran Rp5.000 - Rp10.000 (estimasi 2026). Ini jauh lebih hemat dibanding naik
taksi online dari Malang yang bisa bikin dompet jebol sampai Rp100.000. Untuk
detail lengkap soal tips transportasi ini, kalian bisa baca panduan
Kendaraan
Pribadi Mobil dan Motor
Buat kalian yang bawa kendaraan pribadi, tantangan utama di Kota
Batu biasanya macet pas akhir pekan.
·
Rute Hindari Macet Kalau datang dari arah Malang pas weekend, hindari Jalan
Raya Pendem (jalur utama) di jam-jam sibuk (09.00 - 12.00). Cobain jalur
alternatif via Dau
atau Karangploso Giripurno
yang tembus ke Bumiaji. Jalur ini nyuguhi pemandangan kebun apel dan sayur yang
nyegerin mata meski jalannya agak berkelok.
·
Lokasi Parkir Pasar Jangan bingung cari parkir. Pasar Induk Among
Tani punya fasilitas parkir yang memadai banget.
o
Basement Buat mobil arahkan kendaraan langsung ke pintu
masuk basement.
Area ini luas, teduh, dan terhubung langsung sama lift atau tangga berjalan
menuju Lantai 3.
o
Lantai Dasar Buat sepeda motor area parkir tersedia di sisi
samping dan belakang bangunan.
o Tarif Parkir Dikelola resmi sama Pemkot (bukan parkir liar) jadi tarifnya standar dan kalian bakal dapet karcis resmi.
Itinerary
Kombinasi Seharian Puas di Kota Batu
Biar kunjungan kalian ke Pasar Induk Among Tani gak
"nanggung", mending gabungin wisata kuliner ini sama destinasi lain
di sekitarnya. Berikut 3
Skenario Itinerary yang bisa kalian contek.
The Morning Person Wisata Alam dan Kuliner
Cocok buat
kalian yang suka udara segar dan menghindari keramaian.
·
07.00 - 09.00 Mulai hari dengan wisata petik apel atau
bunga. Udaranya masih sejuk banget. Cek rekomendasi di
·
09.30 - 11.00 Menuju Pasar Induk Among Tani Lantai 3. Ini waktu yang tepat
buat "Brunch" (Breakfast-Lunch). Pesan Sego Empok Bu Panen atau Soto Daging Bu Tin.
Suasana pasar belum terlalu padat dan view Gunung Panderman lagi bagus-bagusnya.
·
11.00 - 12.30 Turun ke lantai 1 & 2 buat belanja buah
tangan (detail di bawah).
·
13.00 - Selesai Lanjut petualangan ke Jatim Park 1, 2, atau 3
sesuai minat. Bingung pilih yang mana? Baca perbandingannya di
The Budget Backpacker Hemat Tapi Kenyang
Cocok buat mahasiswa atau solo traveler dengan budget ketat.
·
09.00 - 10.00 Tiba di Terminal Batu naik Trans Jatim terus
jalan kaki ke Pasar.
·
10.00 - 12.00 Jelajah kuliner Lantai 3. Cicipi Mie Podjok dan Es Dawet. Total
pengeluaran makan sekitar Rp30.000. Nongkrong lama sambil nikmati view dan Wi-Fi (kalau
ada) atau sinyal 4G buat update
medsos.
·
12.30 - 15.00 Naik angkot lokal (mikrolet) warna-warni
menuju Alun-Alun Kota Batu.
Tiket masuk gratis! Naik bianglala (ferris wheel) murah meriah.
·
15.30 - 18.00 Kalau punya dana lebih mampir ke
The Family Trip Ramah Anak dan Lansia
·
10.00 - 12.00 Kunjungi
·
12.30 - 14.00 Makan siang di Pasar Induk Among Tani Lantai 3. Tempat ini stroller friendly dan
banyak pilihan makanan yang gak pedas buat anak-anak (Sop, Bakso, Gorengan).
·
14.00 - 15.30 Belanja oleh-oleh di pasar yang sama. Gak
perlu pindah tempat parkir. Efisien waktu dan tenaga banget kan?
·
16.00 - Malam Tutup hari dengan mengunjungi
Misi
Terakhir Berburu Oleh Oleh di Lantai Bawah
Habis puas ngisi perut di Lantai 3 jangan langsung pulang.
Perjalanan kalian belum lengkap tanpa nelusuri lantai 1 dan 2. Ingat pasar ini
didesain sebagai One Stop
Shopping. Kalian makan di atas terus belanja di bawah.
Berikut panduan belanja cerdas biar kalian gak "kalap"
tapi tetap dapet barang berkualitas.
Zona Buah Buahan Segar Lantai Dasar
Batu adalah Kota Apel. Di lantai dasar kalian bakal nemuin
hamparan pedagang buah.
·
Apel Batu Manalagi
dan Rome Beauty Cari apel yang
kulitnya warna hijau kekuningan (Manalagi) buat rasa manis, atau yang merah
semburat hijau (Rome Beauty) buat tekstur yang sedikit masam segar. Tips: Jangan ragu minta tester sebelum beli.
Pastikan apelnya garing (kriuk)
pas digigit.
·
Jeruk Keprok Batu Selain apel, jeruk Batu juga juara. Rasanya
manis dengan bulir yang besar.
·
Sayur Mayur Kalau kalian nginep di villa yang ada
dapurnya, beli sayur organik (wortel, brokoli, selada) di sini. Harganya jauh
lebih murah dibanding supermarket dan kesegarannya terjamin karena baru dipetik
pagi hari dari kebun di Cangar atau Bumiaji.
Zona Camilan Kering Lantai 1 dan 2
Di sini surga buat pencinta snacking.
·
Keripik Buah Ini oleh-oleh wajib. Ada keripik apel, nangka,
salak, sampai semangka. Pastikan kemasannya tertutup rapat (aluminium foil)
biar tetap renyah. Merek gak terlalu masalah yang penting lihat tanggal
kedaluwarsa.
·
Sari Apel Minuman sari apel dalam kemasan gelas atau
botol. Pilih yang "Original" buat rasa autentik tanpa pemanis buatan
berlebih.
Zona Kerajinan dan Perkakas UMKM
Yang sering luput dari perhatian wisatawan adalah zona perkakas.
·
Cobek Batu Asli Batu terkenal sama kerajinan batunya. Kalian
bisa beli cobek (ulekan) asli dari batu kali atau batu gunung yang berat dan
awet. Hati-hati sama cobek semen (biasanya lebih ringan dan mudah rontok).
Tanyakan ke pedagang, "Iki
watu asli opo semen, Bu?" (Ini batu asli atau semen, Bu?).
· Peralatan Kayu Spatula, talenan, dan gelas kayu jati atau mahoni dengan finishing halus juga banyak tersedia dengan harga miring.
FAQ
1. Apa saja menu kuliner terbaik yang wajib dicoba di Pasar Induk Among Tani Lantai 3?
2. Jam berapa Zona Kuliner Pasar Induk Among Tani Lantai 3 mulai buka?
3. Berapa kisaran harga makanan di Pasar Induk Among Tani Lantai 3?
4. Apakah ada tiket masuk ke Pasar Induk Among Tani?
Mengapa
Pasar Ini Layak Jadi The New Icon
Pasar Induk Among Tani bukan sekadar tempat jual beli. Ia adalah
simbol kebangkitan ekonomi kerakyatan yang dikemas dalam balutan modernitas.
Mengunjungi
tempat ini ngasih pengalaman multidimensi buat kalian. Kalian kenyang sama kuliner legendaris, mata
dimanjakan sama pemandangan alam,
dan dompet tetap aman berkat harga
yang merakyat.
Buat kalian yang ngerencanain liburan ke Malang Raya tahun 2026,
mencoret Pasar Induk Among Tani dari daftar kunjungan adalah sebuah kerugian.
Baik kamu
penikmat kuliner, pemburu konten foto, atau sekadar pelancong yang mau
ngerasain denyut nadi kehidupan warga lokal, Lantai 3 pasar ini nyambut kalian
dengan tangan terbuka.
Langkah Selanjutnya Segera atur jadwal liburan kalian. Cek ketersediaan
tiket kereta atau pesawat dan pesan penginapan strategis.
Kalian
bisa lihat rekomendasi hotel di
Selamat berwisata, selamat makan enak, dan sampai jumpa di Kota Batu!
📖 Lihat Sumber Informasi dan Gambar
02. madiun.jatimtimes.com
03. radarbatu.jawapos.com
04. ketik.com
Referensi Gambar: Ilustrasi dibuat menggunakan teknologi AI.







