Wajah Baru Kuliner Pegunungan & Primadona Pasar Among Tani
Tahun 2026 di Kota Batu dan Malang bukan sekadar
pergantian angka di kalender. Bagi para penikmat perjalanan, tahun ini menandai
sebuah kematangan wajah pariwisata di Jawa Timur.
Jika dulu kita mengenal Batu hanya sebagai kota
apel atau kota taman bermain buatan, kini narasi itu telah bergeser.
Saat kaki kita melangkah turun dari kendaraan, hal
pertama yang menyergap bukan hanya udara dingin bersuhu 16-19 derajat Celsius
yang menusuk tulang, melainkan aroma.
Ada aroma arang yang terbakar dari warung sate di
pinggir jalan, aroma manis gula merah dari penjual wedang, dan aroma tanah
basah sisa hujan semalam.
Di sinilah letak magisnya. Liburan ke sini tanpa
melakukan wisata kuliner yang serius adalah sebuah kesia-siaan. Lanskap
kuliner di tahun 2026 ini menawarkan perpaduan yang sangat unik:
- Kembalinya Autentisitas: Wisatawan mulai lelah
dengan makanan "viral sesaat" yang hanya menang tampilan. Lidah
kembali mencari rasa jujur melalui bumbu yang ditumbuk tangan, santan yang
diperas asli, dan daging yang dimasak perlahan.
- Modernisasi Tradisi: Tempat-tempat kumuh mulai
berbenah. Pasar tradisional disulap menjadi clean market tanpa
menghilangkan nyawa kulinernya.
Panduan ini tidak ditulis untuk mereka yang sekadar ingin kenyang. Tulisan ini didedikasikan bagi kamu yang ingin memahami "jiwa" dari setiap suapan yang masuk ke mulut. Kita akan membedah Wisata Batu Malang yang Wajib Dijelajahi dari sudut pandang rasa.
![]() |
| Soto Lombok Sejak 1955 |
ZONA
KULINER PASAR INDUK AMONG TANI
Mari kita mulai petualangan ini dari jantung baru
Kota Batu: Pasar Induk Among Tani.
Lupakan stigma pasar tradisional lama yang becek,
bau amis, dan sumpek. Sejak revitalisasi besar-besaran dan beroperasi penuh
hingga 2026 ini, pasar ini telah bertransformasi menjadi landmark wisata
yang sesungguhnya.
Bangunannya megah, sistem sirkulasi udaranya sangat
baik, dan yang paling penting: Zona Kulinernya ada di Lantai 3.
Mengapa harus ke sini?
- Aksesibilitas Sempurna: Lokasinya tepat di sebelah
Terminal Batu. Bagi kamu yang menggunakan bus Trans Jatim atau transportasi umum lainnya, kamu hanya perlu berjalan
kaki kurang dari 5 menit.
- View Ribuan Dolar: Makan nasi seharga Rp12.000
tapi dengan pemandangan panoramic Gunung Panderman dan Arjuno?
Hanya di sini tempatnya.
Mari kita bedah satu per satu "harta
karun" yang ada di lantai 3 ini.
Sego
Empok Bu Panen: Sebuah Ode untuk Nasi Jagung
Jika ada satu menu yang bisa mendefinisikan
"rasa desa" di Batu, itu adalah Sego Empok. Dan di pasar ini, Warung
Bu Panen adalah ratunya.
Apa itu Sego Empok? Ini adalah nasi yang dicampur
dengan jagung tumbuk kasar. Di tahun 2026, di mana orang semakin sadar
kesehatan (rendah gula), nasi jagung kembali naik daun.
Tapi kekuatan Bu Panen bukan hanya pada nasinya,
melainkan pada Sayur Tewel (nangka muda).
- Tekstur: Nasi jagungnya pera (tidak lembek),
memberikan sensasi butiran kasar yang nikmat saat dikunyah.
- Kuah: Sayur tewelnya dimasak dengan santan yang
"medok" dan pedas. Nangka mudanya dimasak lama hingga sangat
empuk, hampir lumer di mulut tanpa perlu dikunyah keras.
- Topping Wajib: Jangan lupa minta tambahan Ikan
Asin Bulu Ayam yang digoreng garing dan Mendol (olahan tempe
busuk/semangit yang dibumbui kencur dan jeruk purut).
Bayangkan menyendok nasi jagung hangat yang sudah
terserap kuah santan pedas, menggigit ikan asin yang renyah, lalu memandang
kabut yang perlahan turun menutupi puncak gunung dari jendela pasar. Ini adalah
pengalaman spiritual bagi perut yang lapar.
- Catatan: Datanglah sebelum pukul 11.00 WIB. Setelah jam makan siang, biasanya lauk-pauk spesial seperti dadar jagung atau mendol hangat sudah ludes terjual.
Bakso
Monik: Fenomena Sate Tetelan
Bergeser sedikit ke keramaian lain, kamu akan
menemukan antrean yang mengular di Kedai Bakso Monik.
Malang Raya adalah ibukota bakso, itu fakta. Tapi
apa yang membuat Bakso Monik di Pasar Among Tani ini begitu spesial di tahun
2026?
Jawabannya ada dua kata: Sate Tetelan.
Berbeda dengan bakso malang pada umumnya yang
mengandalkan varian bakso halus dan urat, Monik memainkan kartu as pada olahan tetelan
(potongan daging sisa yang berlemak dan berurat) yang ditusuk seperti sate.
- Sensasi Lemak: Sate tetelan ini tidak
alot. Ia telah direbus berjam-jam hingga kolagennya pecah. Saat kamu
celupkan ke dalam kuah bakso yang panas, lemaknya sedikit meleleh. Ketika
digigit, ada ledakan rasa gurih (umami) alami dari lemak sapi yang berpadu
dengan bumbu marinasi bawang putih.
- Varian Gorengan: Jangan hanya pesan bakso
basah. Ambil Goreng Kembang (pangsit goreng mekar) dan Siomay
Gubis (kubis). Celupkan gorengan ini ke kuah hanya selama 5 detik
sudah cukup agar sedikit lunak tapi tetap kriuk.
Tips: Pesanlah "Kuah Pisah" jika kamu tipe orang yang suka meracik
sambal, kecap, dan saus secara ekstrem. Kuah aslinya sudah sangat gurih kaldu
sumsum, sayang jika langsung "dirusak" dengan terlalu banyak saus.
Cicipi dulu kuah original-nya.
Rawon
Asmoro Joyo: Hitam yang Memikat
Bagi pecinta hidangan berkuah pekat, Warung
Asmoro Joyo (Bu Rini) adalah destinasi wajib di lantai 3 ini. Rawon adalah
masakan khas Jawa Timur, tapi rawon di sini memiliki karakter "Hitam
Pekat dan Kental".
Banyak rawon di tempat lain yang kuahnya encer dan
warnanya cokelat pucat. Di Asmoro Joyo, mereka tidak pelit Kluwek.
- Aroma: Saat mangkuk disajikan, aroma kluwek yang nutty
dan sedikit asam fermentasi langsung tercium, bercampur dengan aroma daun jeruk
purut.
- Daging: Potongan dagingnya besar-besar (umumnya
bagian sandung lamur/brisket) yang memiliki lapisan lemak tipis. Empuknya
luar biasa.
- Pasangan Sejati: Rawon ini wajib dimakan dengan Tauge Pendek (kecambah) mentah. Jangan minta tauge matang! Tekstur crunchy dan rasa segar dari tauge mentah berfungsi menyeimbangkan kuah rawon yang "berat" dan berlemak. Tambahkan telur asin masir (yang kuningnya berminyak) untuk kesempurnaan rasa.
![]() |
| Rawon Hitam Memikat |
ATMOSFER
DAN PANDUAN WISATAWAN DI PASAR
Menikmati kuliner di Pasar Induk Among Tani bukan
hanya soal makanan, tapi soal vibes.
Pemandangan
yang "Mahal"
Desain pasar ini sangat modern dengan
jendela-jendela besar dan area semi-terbuka. Dari meja makan kamu, lanskap Kota
Batu terlihat jelas.
- Di satu sisi, kamu bisa melihat Gunung
Panderman yang ikonik (sering disebut "Putri Tidur").
- Di sisi lain, terlihat hiruk pikuk kota dan
lalu lalang bus di terminal.
- Visualisasi ini menambah nilai
"wisata" yang kuat. kamu tidak merasa sedang makan di pasar,
melainkan di food court eksklusif namun dengan harga kaki lima.
Fasilitas
Penunjang (Penting untuk Keluarga)
Bagi kamu yang membawa anak kecil atau lansia:
- Kebersihan: Lantai keramiknya bersih, petugas kebersihan
berkeliling setiap saat.
- Toilet: Tersedia toilet yang layak dan terawat di
setiap lantai (tidak seperti pasar lama).
- Sirkulasi Udara: Tidak pengap. Angin
pegunungan bebas masuk, membuat suasana makan tetap sejuk meski tanpa AC.
Tips
Logistik untuk Pengunjung
- Parkir: Area parkir sangat luas di lantai dasar dan basement.
Mobil dan motor tertata rapi. Tidak ada lagi drama parkir liar di pinggir
jalan yang bikin macet.
- Waktu Berkunjung: Hindari jam 12.00 - 13.00
tepat jika kamu tidak suka keramaian atau waiting list kursi. Pukul
10.00 pagi adalah sweet spot, makanan baru matang, masih fresh,
dan tempat duduk masih lega.
- Metode Bayar: Meskipun ini pasar modern, uang
tunai (cash) pecahan kecil (Rp5.000, Rp10.000, Rp20.000) masih menjadi
raja. Beberapa tenant besar mungkin sudah punya QRIS, tapi jangan
ambil risiko. Siapkan cash agar transaksi cepat.
SANG IKON KOTA BATU (SATE KELINCI & SUSU MURNI)
Jika Paris punya Croissant dan Jogja punya Gudeg,
maka Batu punya Sate Kelinci. Ini adalah kuliner yang sering
disalahpahami, namun selalu dicari. Bagi wisatawan yang baru pertama kali ke
Batu di tahun 2026 ini, membuang stigma dan memberanikan diri mencicipi sate
kelinci adalah sebuah rite of passage, sebuah ritual peralihan menjadi
pelancong sejati.
Fakta
Unik: Mengapa Kelinci?
Banyak yang bertanya, "Kenapa harus kelinci?
Bukankah mereka hewan peliharaan yang lucu?" Perlu dipahami bahwa kelinci
yang diolah di Batu adalah jenis kelinci pedaging (seperti jenis New
Zealand White atau Flemish Giant), yang memang dibudidayakan untuk
konsumsi, sama seperti ayam atau sapi.
Secara nutrisi dan tekstur, daging kelinci di tahun
2026 ini justru menjadi primadona bagi mereka yang sadar kesehatan (health
conscious):
- Tekstur: Serat dagingnya sangat
halus, jauh lebih lembut daripada ayam kampung, namun tidak se-alot daging
kambing.
- Rendah Kolesterol: Daging ini dikenal memiliki
kadar lemak dan kolesterol yang jauh lebih rendah dibanding daging merah
lainnya.
- Rasa: Dagingnya sendiri cenderung netral (tidak amis/prengus), sehingga sangat mudah menyerap bumbu marinasi.
![]() |
| Sate Kelinci Batu |
Rekomendasi 1: Warung Sate Kelinci P. Atim
Di antara sekian banyak penjual, Warung Sate
Kelinci P. Atim adalah sebuah institusi. Tersembunyi namun selalu ramai,
warung ini memegang teguh pakem pengolahan tradisional.
Kunci kelezatan di sini ada pada Bumbu Kacang.
- Kacangnya disangrai (bukan digoreng minyak
jelantah), lalu digiling sangat halus hingga mengeluarkan minyak alaminya
sendiri.
- Saat disajikan, bumbu ini memiliki konsistensi
creamy yang kental.
- Rasa manis dari kecap lokal beradu dengan
gurihnya kacang dan sedikit hint pedas dari cabai rawit.
- Satenya dibakar dengan arang batok kelapa,
memberikan aroma smoky yang sopan, tidak gosong pahit. Dagingnya
empuk, juicy, dan potongannya pas di mulut (bite-sized).
Rekomendasi 2: Rabbit Satay Restaurant (Untuk Keluarga Besar)
Jika kamu datang dengan rombongan besar atau bus
pariwisata setelah lelah dari Jatim
Park 3, tempat
ini lebih cocok.
- Kelebihan: Tempatnya luas, parkiran memadai, dan pernah
memegang rekor MURI.
- Variasi Menu: Di sini, kelinci tidak hanya disate. kamu bisa mencoba Gulai Kelinci atau Rica-Rica Kelinci. Olahan rica-ricanya sangat direkomendasikan bagi pecinta pedas; bumbunya yang "medok" dengan kunyit, jahe, dan serai sukses menutupi keraguan bagi mereka yang baru pertama kali mencoba.
Ritual
Songgoriti: Susu Panas & Jagung Bakar
Saat malam tiba dan suhu di Batu bisa drop hingga
15-16 derajat Celcius, tubuh secara alami menuntut kehangatan.
Jangan langsung kembali ke hotel! Arahkan kendaraan
kamu ke kawasan Songgoriti atau sekitaran Payung.
Ini adalah pengalaman sensorik paling sederhana
namun paling "mewah" di Batu. Duduklah di warung lesehan pinggir
tebing (hati-hati dan pilih warung yang aman), lalu pesanlah menu wajib: Susu
Sapi Murni Panas.
- Kenapa Spesial? Batu dan Pujon adalah
sentra penghasil susu sapi terbaik di Jawa Timur. Susu di sini benar-benar
fresh, baru diperah pagi atau sore hari, lalu direbus
(pasteurisasi) di warung.
- Varian Rasa: Pesanlah Susu Jahe.
Perpaduan creamy-nya susu murni (yang masih ada layer lemak
susunya di permukaan) dengan pedasnya jahe geprek asli adalah
"selimut" terbaik untuk organ dalam tubuh kamu.
- Teman Minum: Wajib pesan Jagung Bakar. Pilih jagung manis yang diserut, lalu dibakar dengan olesan mentega dan sambal pedas manis. Sensasi menggigit bulir jagung panas yang meletup di mulut, disusul seruputan susu jahe, sambil melihat lampu kota dari ketinggian... Te O Pe BGT!
![]() |
| Susu Sapi Murni dan Jagung Bakar |
LEGENDA
RASA DI MALANG (WAJIB MAMPIR)
Jika kamu punya waktu lebih atau berencana menginap
di pusat kota Malang, perjalanan rasa ini harus berlanjut ke selatan. Di Malang
Kota, kita berbicara tentang sejarah.
Tempat-tempat ini bukan sekadar warung, mereka
adalah saksi bisu sejarah kota sejak zaman kolonial hingga tahun 2026.
Soto
Ayam Lombok (Sejak 1955): Rahasia Sang Koya
Jangan pernah mengaku pecinta soto jika belum ke
sini. Terletak di jalanan yang kini makin padat, Soto Ayam Lombok adalah
definisi konsistensi.
Bedah Komponen:
- Bukan Soto Biasa: Warnanya kuning keruh,
bukan bening.
- The Magic of Koya: Di meja, toples berisi bubuk
Koya (kerupuk udang & bawang putih yang dihaluskan) tersedia
bebas. Inilah kuncinya. Pengunjung "wajib" menaburkan koya ini
sampai kuahnya mengental seperti bubur encer.
- Rasa: Saat koya bercampur kuah,
terjadi reaksi rasa yang magis. Gurihnya meledak! Potongan ayam kampungnya
suwir besar-besar, ditambah irisan kentang rebus dan telur.
- Tips Makan: Jangan diaduk terlalu rata.
Biarkan ada bagian yang kental koya dan bagian yang masih cair untuk
variasi tekstur di setiap suapan.
Warung Sate Gebug
(1920): Seni Memukul Daging
Berdiri di sebuah bangunan gardu listrik tua
peninggalan Belanda, Warung Sate Gebug menawarkan atmosfer vintage
yang asli, bukan buatan.
Proses Unik (The "Gebug"): Nama "Gebug" berasal dari proses
pengolahannya. Daging sapi has dalam (tenderloin) dipukul-pukul (digebug)
dengan alat khusus hingga seratnya hancur dan melebar.
- Hasilnya: Daging menjadi sangat
lunak. kamu tidak perlu tenaga ekstra untuk mengunyahnya.
- Bumbu: Sate ini dibakar dengan
bumbu kecap manis dan rempah minimalis. Rasanya manis gurih, meresap
hingga ke dalam serat yang sudah pecah tadi.
- Menu Pendamping: Sate ini paling cocok
dimakan dengan Sop Sayur atau Rawon yang juga mereka jual.
Kuah sop yang bening menetralisir rasa manis sate yang pekat.
Hot
Cui Mie: Inovasi yang Menjadi Tradisi
Malang terkenal dengan Cwie Mie (mie ayam dengan
taburan ayam cincang halus yang warnanya putih, bukan cokelat kecap seperti mie
ayam Jakarta).
Namun, Hot Cui Mie membawa ini ke level
berbeda. Mereka adalah pelopor penyajian mie di dalam Mangkuk Pangsit Goreng.
- Ya, mangkuknya bisa dimakan!
- Sensasi Sensorik: Ada kesenangan tersendiri
saat mematahkan pinggiran mangkuk pangsit yang renyah (kriuk!),
lalu mencocolnya ke saus sambal racikan khas Malang (yang cair dan asam
pedas).
- Tekstur Mie: Mienya kecil, keriting, dan kenyal. Topping
ayamnya gurih asin, dilengkapi dengan selada segar dan acar timun. Ini
adalah menu makan siang yang sempurna setelah panas-panasan keliling kota.
OLEH-OLEH
& PENGHANGAT TUBUH
Petualangan kuliner tidak berhenti saat kamu makan
di tempat. kamu harus membawa "rasa" itu pulang.
Wedang
Uwuh ala Batu
Meskipun aslinya dari Imogiri (Jogja), Wedang
Uwuh telah diadopsi dengan sempurna oleh kultur Batu yang dingin.
- Isi: Di toko oleh-oleh, carilah bungkusan plastik berisi
"sampah" (uwuh) rempah: daun cengkeh kering, kayu secang (yang
bikin warna merah), jahe emprit kering, dan gula batu.
- Khasiat: Ini bukan sekadar minuman, ini jamu enak.
Efektif untuk masuk angin, pegal-pegal, dan menghangatkan badan. Seduhlah
saat kamu kembali ke rumah dan merindukan dinginnya Batu.
Apel
& Olahannya
Tahun 2026, varian olahan apel makin kreatif.
Selain Keripik Apel yang klasik, carilah:
- Strudel Apel: Pastry berlapis
dengan isian selai apel asli yang asam manis.
- Cuka Apel Batu: Kualitas fermentasi cuka apel lokal kini sudah setara produk impor, bagus untuk kesehatan pencernaan.
PANDUAN PRAKTIS & STRATEGI "BATTLE" KULINER
Makan enak itu butuh strategi. Apalagi di Batu dan
Malang saat musim liburan atau akhir pekan di tahun 2026.
Jangan sampai niat hati ingin makan Sate Gebug, eh
malah kehabisan karena datang kesiangan. Berikut adalah panduan taktis lapangan
hasil riset mendalam:
Timing
Adalah Kunci (The Golden Hours)
- Untuk Pasar Induk Among Tani: Datanglah sebelum pukul
11.00 WIB. Mengapa? Karena menu Sego Empok Bu Panen biasanya
sudah habis lauk favoritnya (seperti dadar jagung hangat atau mendol)
lewat jam makan siang. Selain itu, pemandangan Gunung Panderman biasanya
masih cerah dan belum tertutup kabut tebal.
- Untuk Kuliner Legendaris (Soto Lombok/Sate
Gebug):
Hindari jam makan siang tepat (12.00 - 13.00). Datanglah di jam
"tanggung" seperti pukul 10.30 atau 15.00. kamu
akan mendapatkan pelayanan lebih cepat dan tempat duduk yang nyaman tanpa
ditungguin orang lain yang berdiri di samping meja kamu.
- Untuk Songgoriti/Payung: Waktu terbaik adalah menjelang
maghrib (17.30 - 19.00). kamu bisa melihat transisi langit senja ke
malam hari (city lights), sambil menyeruput susu hangat.
Etika
& Cara Pembayaran (Cash is King)
Meskipun 2026 adalah era digital, kearifan lokal
tetap berlaku.
- Siapkan Uang Tunai (Receh): Parkir di area kuliner
legendaris (yang rata-rata di pinggir jalan) masih dikelola oleh juru
parkir konvensional. Siapkan pecahan Rp2.000 atau Rp5.000.
- QRIS: Resto besar seperti Rabbit Satay atau Hot
Cui Mie sudah pasti bisa QRIS/Debit. Namun, untuk lapak kecil di Pasar
Among Tani atau pedagang jagung bakar pinggir jalan, uang tunai
mempercepat transaksi. Seringkali sinyal di area pegunungan (seperti
Payung/Songgoriti) agak lemot untuk loading aplikasi bank.
Dresscode:
Layering System
Jangan salah kostum. kamu mungkin merasa gerah saat
makan Soto panas di siang hari, tapi begitu keluar resto dan angin berhembus,
dinginnya menusuk.
- Gunakan teknik Layering: Pakai kaos nyaman yang menyerap keringat, lalu lapisi dengan jaket atau kardigan yang mudah dilepas-pasang. Ini penting agar kamu tidak masuk angin setelah berkeringat makan sambal.
![]() |
| Wedang Uwuh Ala Batu |
RISIKO,
HIMBAUAN & CATATAN PENTING
Demi pengalaman liburan yang paripurna dan "Dompet
Aman, Perut Nyaman", perhatikan "ranjau-ranjau" kecil
berikut ini:
Peringatan
Level Pedas (Dangerously Hot!)
Orang Jawa Timur, khususnya Malang, punya toleransi
pedas di atas rata-rata nasional.
- Sambal Bawang: Hati-hati dengan sambal di
warung lalapan atau bakso. Biasanya itu adalah sambal bawang murni (cabai
rawit + bawang putih + minyak panas) tanpa tomat. Pedasnya menusuk
lambung.
- Tips: Selalu pesan sambal dipisah (separate).
Jangan gegabah menuangkan 3 sendok sekaligus ke kuah bakso kamu sebelum mencicipi
setetes dulu.
Parkir
& Kemacetan (The Narrow Streets)
Banyak kuliner legendaris (seperti Sate Gebug atau
Sate Kelinci P. Atim) berada di jalan lama yang sempit atau satu arah.
- Himbauan: Jika kamu membawa mobil besar (SUV/MPV
bongsor), bersiaplah untuk parkir agak jauh dan berjalan kaki sedikit.
Jangan memaksakan parkir tepat di depan warung jika bahu jalan sempit,
karena bisa bikin macet total dan diteriaki warga lokal.
Kesehatan
Pencernaan
Perpaduan udara dingin, santan (rawon/soto), dan
pedas serta kopi/susu bisa memicu reaksi lambung bagi yang tidak terbiasa.
- Saran Medis Ringan: Selalu bawa obat maag atau
antasida di tas kamu. Minumlah air mineral hangat (bukan es) setelah makan
makanan berminyak untuk membantu meluruhkan lemak di tenggorokan.
Menurut laporan Dinas Kesehatan Kota Batu (2025), Wisatawan dihimbau untuk tetap menjaga hidrasi tubuh meski udara dingin tidak membuat haus, guna melancarkan metabolisme setelah mengonsumsi kuliner bersantan dan pedas yang mendominasi wisata kuliner lokal.
FAQ
1. Min, Sate Kelinci itu Halal gak sih?
2. Bawa anak kecil (toddler), aman gak makan di Pasar Among Tani?
3 Berapa budget yang harus disiapkan untuk wisata kuliner seharian?
4. Lebih enak mana, Sate Kelinci atau Sate Ayam?
JANGAN
PULANG SEBELUM KENYANG!
Batu dan Malang di tahun 2026 telah membuktikan
diri sebagai destinasi yang dewasa. Mereka tidak lagi sekadar menjual tiket
masuk wahana buatan, tetapi menjual memori rasa.
Dari kesederhanaan Sego Empok di pasar
modern yang menghadap gunung, kelembutan Sate Kelinci yang melegenda,
hingga kehangatan Susu Murni di dinginnya malam Songgoriti, semuanya
adalah potongan puzzle yang membentuk pengalaman liburan tak terlupakan.
Jadi, siapkan perut kosong, ajak orang tersayang,
dan biarkan lidah kamu bertualang. Jangan lupa cek juga rekomendasi penginapan
di Hotel
Dekat Tempat Wisata Batu Praktis agar setelah kenyang, kamu bisa langsung rebahan dengan nyaman.
Sampai jumpa di Batu! Hati-hati di jalan ya para
traveller!
📖 Lihat Sumber Informasi dan Gambar
01. jogja.disway.id
02. kelumajang.com
03. liputan6.com
04. seru.co.id
Referensi Gambar: Ilustrasi dibuat menggunakan teknologi AI.







