Warung Sate Kelinci Batu Paling Recommended 2026
Pernah
nggak sih kalian merasa ada yang kurang kalau main ke Kota Batu tapi belum
kedinginan sambil makan yang anget-anget? Bayangkan skenarionya: Kalian baru
saja turun dari kawasan Wisata Gunung Banyak Paralayang Omah Kayu, kabut tipis mulai turun menyelimuti jalanan, dan perut
tiba-tiba keroncongan minta diisi.
Di
momen syahdu seperti inilah, aroma asap bakaran sate yang mengepul di pinggir
jalan menjadi godaan yang sulit ditolak.
Tapi
tunggu dulu, ini bukan sate ayam atau kambing biasa. Ini adalah Sate Kelinci, kuliner yang sudah menjadi
"DNA"-nya wisata kuliner di Batu dan Malang Raya.
Bagi
sebagian orang, mendengar kata "Sate Kelinci" mungkin memicu dua
reaksi ekstrem: penasaran banget karena konon
katanya enak, atau ragu-ragu karena faktor "nggak
tega" dan pertanyaan soal halal-haram.
Tenang,
di artikel panduan lengkap ini, kita akan kupas tuntas semuanya. Kalau kalian
butuh referensi makanan lain selain sate, kalian bisa intip juga daftarnya di Wisata Kuliner Batu Malang Hits Legendaris 2026. Tapi
khusus di halaman ini, kita fokus membedah dunia persatean kelinci!
Siapkan
catatan kalian, karena ini akan menjadi perjalanan rasa yang panjang!
Mengapa Sate Kelinci Jadi Primadona di Batu?
Bukan
tanpa alasan sate kelinci menjamur di setiap sudut Kota Batu, mulai dari
kawasan Alun-Alun hingga naik ke arah Songgoriti dan Payung. Secara geografis,
Batu adalah dataran tinggi dengan suhu rata-rata 15-24 derajat Celcius.
Tubuh
kita secara alami membutuhkan asupan protein yang bisa memberikan efek hangat (termogenik) namun tetap ringan dicerna.
Berbeda dengan sate kambing yang "berat" dan kadang bikin pusing kalau kebanyakan, daging kelinci menawarkan solusi jalan tengah: menghangatkan tubuh, tekstur lembut, tapi tidak bikin begah. Itulah kenapa, kuliner ini sering disebut sebagai comfort food-nya wisatawan yang kedinginan.
Menjawab Keraguan: "Ih Lucu, Kok Dimakan?" &
"Halal Nggak Sih?"
Ini
adalah segmen terpenting sebelum kita masuk ke rekomendasi warung. Kita harus
meluruskan mindset dulu agar makannya tenang.
Banyak
traveler pemula yang ragu mencoba karena dua hal: faktor psikologis dan
keraguan syariat.
Fakta Psikologis: Bukan Kelinci Hias!
Perlu
kalian ketahui, kelinci yang dijadikan sate di Batu bukanlah
kelinci hias lucu yang biasa kalian lihat di toko hewan peliharaan
atau di tempat wisata edukasi seperti Eco Green Park Batu dan Wisata Edukasi Lingkungan.
Jenis
yang digunakan adalah Kelinci Pedaging (seperti jenis New Zealand White atau Flemish Giant).
Kelinci ini diternakkan khusus untuk konsumsi, sama lazimnya dengan peternakan
ayam potong, sapi, atau kambing.
Jadi,
singkirkan bayangan kalau kalian sedang memakan "hewan peliharaan".
Ini adalah komoditas peternakan yang sah.
Status Halal: Aman & Sesuai Syariat
Untuk
teman-teman Muslim, ini poin krusial. Berdasarkan konsensus ulama dan rujukan
Hadits, daging kelinci statusnya HALAL.
Nabi
Muhammad SAW pernah menerima hadiah daging kelinci dan memakannya (H.R. Bukhari
dan Muslim).
Selama
proses penyembelihannya dilakukan dengan tata cara Islam (membaca Bismillah dan
memutus urat leher dengan benar), maka sate kelinci di Batu aman dikonsumsi.
Mayoritas
warung di Batu, terutama yang legendaris seperti Warung P. Atim atau
Songgoriti, dikelola oleh warga lokal Muslim yang sangat paham tata cara
penyembelihan ini.
Jadi, isu "haram" atau "jijik" itu seringkali hanya mitos yang tidak berdasar ya, gengs!
Analisis Gizi: Kelinci vs Kambing vs Ayam
Sekarang
kita bicara data. Kenapa sate kelinci sering disebut "Obat"?
Sebenarnya bukan obat ajaib, tapi profil nutrisinya memang superior
dibandingkan daging merah lainnya. Berdasarkan data komposisi pangan, berikut
perbandingannya:
·
Kolesterol Rendah: Daging kelinci memiliki kadar lemak dan kolesterol yang jauh
lebih rendah dibanding daging kambing dan sapi. Ini kabar baik buat kalian yang
punya riwayat hipertensi tapi pengen makan sate enak.
·
Tinggi Protein: Kandungan proteinnya sangat tinggi dengan serat daging yang
halus.
·
Tekstur: Inilah kuncinya. Daging kelinci memiliki serat yang lebih halus dari ayam kampung dan lebih empuk dari kambing. Bumbu jadi lebih mudah
meresap sampai ke dalam.
Kalau kalian sedang menjalani program diet tapi tetap ingin wisata kuliner, sate kelinci adalah cheat meal yang paling tidak berdosa (guilt-free).
Battle Review: Membedah Warung Sate Kelinci Terbaik 2026
Berdasarkan
riset lapangan dan data ulasan digital terbaru (Google Maps Review & Local
Guides), kami telah menyaring ratusan penjual menjadi beberapa nama besar yang
wajib kalian coba.
Kami
membaginya berdasarkan "Karakteristik Warung" agar kalian bisa
memilih sesuai mood. Jangan lupa atur jadwal makan
ini dalam Itinerary Batu Malang 1-2-3 Hari Lengkap kalian biar
rutenya efisien.
Warung Sate Kelinci P. Atim: Sang Legenda di Gang Sempit
·
Lokasi:
4GJ5+9V4, Jalan (Unnamed Road/Gang Kecil), Pesanggrahan, Batu.
·
Jam Buka: 13.00 WIB - Habis.
·
Rating:
4.8 / 5.0 (70+ Ulasan).
·
Harga:
Rp 15.000 – Rp 25.000 per porsi.
Kalau
kalian tipe petualang kuliner yang percaya bahwa "makin nyempil tempatnya,
makin enak rasanya", maka Warung P. Atim adalah destinasi wajib
nomor satu.
Pengalaman
Makan:
Jangan
harap menemukan plang besar neon yang mentereng. Lokasinya masuk ke dalam gang
kecil di kawasan Pesanggrahan.
Akses
ke sini memang butuh sedikit usaha, jadi pastikan kalian sudah baca panduan
Cara ke Batu Malang dan Tips Transportasi Liburan biar gak nyasar.
Tapi
begitu sampai, kalian akan disambut aroma bakaran yang khas. Keunggulan utama
P. Atim ada di Tekstur Daging.
Banyak
pelanggan sepakat bahwa daging olahan P. Atim adalah yang paling empuk di kelasnya. Tidak ada istilah daging alot
atau "ngelawan" saat digigit. Potongannya pas, tidak terlalu kecil.
Highlight Rasa:
Bumbu
kacangnya bertipe halus dan lembut. Berbeda dengan sate Madura yang kadang
kacangnya masih kasar (crunchy), di sini bumbunya creamy.
Rasanya
dominan gurih dengan sedikit sentuhan manis. Karena lokasinya yang hidden,
suasana makannya jadi sangat homey, serasa makan di rumah kerabat sendiri.
Tips:
Karena baru buka jam 1 siang, tempat ini cocok untuk makan siang setelah kalian
check-out Hotel Dekat Tempat Wisata Batu Praktis atau sebelum lanjut
jalan-jalan sore.
Warung Sate Kelinci Songgoriti: Pahlawan Kelaparan 24 Jam
·
Lokasi:
Jl. Arumdalu No.2, Songgokerto, Kec. Batu.
·
Jam Buka: 24 JAM (Non-stop).
·
Rating:
4.9 / 5.0 (High Satisfaction).
·
Harga:
Rp 15.000 – Rp 25.000.
Ini
dia juaranya rating dan fleksibilitas. Dengan skor 4,9, Warung Songgoriti
membuktikan bahwa kualitas rasa bisa konsisten kapan saja, pagi buta maupun
tengah malam.
Keunikan Bumbu Rahasia:
Berdasarkan
"lidah intelijen" kami dan ulasan para pelanggan setia, bumbu kacang
di sini punya karakter unik. Teksturnya sedikit lebih encer dibanding P. Atim,
tapi jangan salah sangka dulu.
Encer
di sini bukan berarti hambar. Justru bumbu encer ini kaya akan rempah rahasia
yang bikin rasa manis dan gurihnya meresap cepat ke pori-pori daging yang
panas.
Suasana & Pemandangan:
Lokasinya
di Jl. Arumdalu (kawasan Songgoriti) adalah nilai plus besar. Songgoriti
terkenal dengan udaranya yang jauh lebih dingin dibanding pusat kota Batu
karena posisinya di lereng bukit.
Makan
sate di sini jam 1 pagi, ditemani kabut tipis dan suara jangkrik, adalah
pengalaman healing yang paripurna.
Menu Tambahan:
Warung
ini tidak cuma jual sate. Karena udaranya dingin, mereka menyediakan
"Paket Penghangat Tubuh" tidak tertulis: Sate Kelinci + Susu Sapi
Murni Panas + Jagung Bakar.
Kombinasi
lemak dari sate dan hangatnya susu murni adalah perpaduan yang oleh warga lokal
disebut "Te O Pe" (Top Markotop).
Tempat
ini sangat strategis buat kalian yang baru turun dari Wisata Taman Bunga dan Petik Apel Batu Terbaik di
sekitaran daerah atas.
Sate Lawu: Porsi Melimpah & Sambal Khas Malang
·
Lokasi:
Jl. Danau Sentani Raya.
·
Rating:
4.7 / 5.0 (180+ Ulasan).
·
Kategori: Best Value & Spicy Lovers.
Beralih ke tipe sate yang lebih "nendang" bumbunya. Sate Lawu punya penggemar fanatik tersendiri, terutama bagi mereka yang suka porsi besar dan rasa pedas.
Karakter Rasa:
Jika P. Atim main di tekstur original dan bumbu kacang halus, Sate Lawu berani bermain di marinasi.
Daging satenya dibakar dengan olesan bumbu manis pedas
yang terkaramelisasi (caramelized) di permukaannya. Jadi dimakan tanpa bumbu
kacang pun sebenarnya sudah enak.
The Game Changer: Sambal Malang
Yang
bikin beda adalah sambalnya. Sate Lawu menyajikan sate dengan pendamping Sambal
Khas Malang yang pedas dan segar (biasanya ada campuran bawang mentah dan cabai
rawit segar). Ini memberikan sensasi "kletus" yang segar, menyeimbangkan
rasa gurih daging kelinci.
Buat
kalian yang lidahnya "Jawa Timur banget" alias suka pedas dan asin
gurih, Sate Lawu adalah pilihan yang lebih cocok dibanding yang manis-manis.
Porsinya juga dikenal melimpah dan potongan dagingnya juicy, jadi puas banget buat makan siang bareng keluarga sebelum lanjut main ke Batu Secret Zoo dan Predator Fun Park di Batu.
Dari
Hotplate Berdesis Hingga Rica-Rica Pedas
Masih
belum kenyang dengan pembahasan Warung P. Atim dan Songgoriti di Bagian 1?
Tenang, perjalanan perut kita di Kota Batu masih panjang!
Kalau
di bagian sebelumnya kita bahas yang "nyempil" dan "buka 24
jam", sekarang kita naik kelas ke kategori Experience & Family Dining.
Di
segmen ini, kita bakal bedah tempat makan yang menawarkan sensasi unik—mulai
dari penyajian di atas piring besi panas yang meletup-letup, sampai restoran
yang punya prestasi "bukan kaleng-kaleng" alias Rekor MURI.
Plus,
ada hidden menu buat kalian yang bosan sama sate bakar.
Siapkan tisu, karena ulasan ini bakal bikin ngiler!
Sensasi Makan dengan "Soundtrack" Desis
Pernah
gak sih kalian makan sate tapi takut dagingnya cepet dingin gara-gara udara
Batu yang menusuk tulang? Apalagi kalau kalian makannya malam hari setelah puas
main wahana di Batu Night Spectacular Wisata Malam Batu Seru.
Udara malam di Oro-Oro Ombo itu dinginnya nggak main-main, lho!
Nah,
Sate Hotplate Legenda punya solusi jenius. Di sini,
sate nggak disajikan di piring keramik biasa, tapi di atas Hotplate (Piring Besi Panas).
Bedah Pengalaman (The Experience):
·
The Sizzle: Begitu pesanan datang, kalian bakal disambut suara 'cesss' yang nyaring. Itu suara bumbu kacang atau kecap
yang mendidih saat bersentuhan sama besi panas. Aromanya? Wah, langsung smoky banget menyebar ke satu ruangan!
·
Anti Dingin Club: Ini poin utamanya. Hotplate menjaga suhu sate tetap panas
sampai suapan terakhir. Lemak di daging kelinci (walau sedikit) tetap lumer dan
gak menggumpal.
· Varian Menu: Selain kelinci, biasanya mereka juga jago di Sate Kambing. Jadi kalau kalian bawa teman yang "anti-kelinci", mereka tetap bisa makan enak.
Rabbit Satay Restaurant: Sang Pemegang Rekor MURI
Kalau
kalian tipe traveler yang cari tempat "Valid No Debat"
soal kualitas dan kenyamanan, Rabbit Satay Restaurant
(biasanya di Jl. Pattimura) adalah destinasinya.
Tempat
ini bukan pemain baru. Mereka punya reputasi mentereng karena pernah menyabet Rekor MURI di tahun 2013 untuk kategori penyajian sate
kelinci terpanjang.
Prestasi
ini bukan sekadar gimmick marketing, tapi bukti
konsistensi mereka menjaga kualitas selama bertahun-tahun.
Bedah Rasa & Fasilitas:
·
Bumbu Khas Malang: Berbeda dengan P. Atim yang main di tekstur kacang halus, di
sini bumbunya lebih kaya rempah (rich spices). Ada
sentuhan ketumbar dan gula merah yang balance. Dagingnya
dimarinasi lama, jadi digigit dikit aja rasanya udah "pecah" di
mulut.
·
Family Friendly: Tempatnya luas, parkiran mobil lega, dan ada area semi-outdoor yang asri. Cocok banget buat kalian yang
bawa rombongan keluarga besar atau lansia. Ini opsi makan siang yang tepat
kalau kalian bingung cari tempat makan yang nyaman setelah mengunjungi Jatim
Park. (Ngomong-ngomong, kalau masih bingung mau ke park yang mana, coba baca
dulu Perbedaan Jatim Park 1, 2, 3 biar gak salah pilih).
·
Harga:
Memang sedikit di atas rata-rata warung pinggir jalan (Estimasi Rp 50.000 - Rp
75.000 per orang), tapi worth it dengan
fasilitas dan jaminan rasa yang kalian dapat.
Rica-Rica Kelinci & Kalkun: The Spicy Alternative
Bosen
makan yang dibakar-bakar? Atau kalian penganut aliran "Makan Nggak Pedas =
Nggak Makan"? Wajib hukumnya melipir ke Warung Sate Kelinci &
Rica-rica Kalkun di Jalan Raya Beji No. 39.
Ini
adalah Hidden Gem buat pecinta pedas. Di sini, daging kelinci
dimasak bumbu Rica-Rica (bumbu kuning kemerahan dengan rempah jahe, kunyit,
serai, dan cabai rawit melimpah).
Kenapa Harus Coba Rica-Rica?
·
Bumbu Medok: Kuah ricanya kental (nyemek). Bumbunya
meresap sampai ke serat terdalam daging.
·
Sensasi Kalkun: Selain kelinci, mereka punya menu langka: Rica-Rica Kalkun. Kalian bisa bandingkan teksturnya head-to-head. Kelinci seratnya halus, lembut, dan
lumer. Sedangkan Kalkun seratnya lebih tebal mirip ayam kampung jantan, tapi
tetap empuk.
·
Penghangat Alami: Kandungan jahe dan cabai di bumbu rica efektif banget buat
ngusir masuk angin. Sama efektifnya dengan kuliner hangat lain yang bisa kalian
temukan di Wisata Kuliner Pasar Induk Among Tani Lantai 3 Batu Malang.
Panduan Praktis & Tips "Anti-Zonk" Makan Sate
Kelinci
Biar
pengalaman kuliner kalian di tahun 2026 ini sempurna dan nggak ada drama, simak
Cheat Sheet berikut ini. Ini rangkuman dari pengalaman
warga lokal!
The Golden Rule: Makan Selagi Panas!
Ini
hukum alam sate kelinci. Daging kelinci punya kadar lemak yang rendah. Kalau
didiamkan sampai dingin, teksturnya bakal memadat (kurang juicy).
·
Tips:
Jangan kelamaan foto-foto! Begitu sate mendarat di meja, ambil 1-2 foto cepat,
lalu langsung santap. Kenikmatan sate kelinci berkurang 50% kalau sudah dingin.
Jodohnya Adalah Susu Murni
Jangan
pesan es teh manis, itu sudah biasa. Kalau makan sate di daerah Songgoriti atau
Payung, pesannya wajib Susu Sapi Murni Panas.
Lemak
susu sapi segar menetralkan rasa pedas bumbu sate, plus bikin perut makin nyaman.
Kalian juga bisa tambah Jagung Bakar buat dessert.
Ini
menu wajib kalau kalian lagi nongkrong di daerah ketinggian seperti di sekitar
Panduan Air Terjun Tumpak Sewu Traveller Pemula atau area pegunungan lainnya.
Transportasi Menuju Lokasi
·
Warung P. Atim: Jalannya agak sempit. Kalau bawa mobil besar (sejenis
Fortuner/Pajero), mending parkir agak di depan gang lalu jalan kaki dikit.
·
Songgoriti & Payung: Jalannya menanjak dan berkelok. Pastikan kondisi rem kendaraan
kalian prima.
· Akses Hotel: Kalau kalian menginap di salah satu rekomendasi Hotel Dekat Tempat Wisata Batu Praktis, biasanya kalian bisa pesan ojek online dengan mudah untuk menuju warung-warung ini tanpa harus capek nyetir.
FAQ
1. Sate Kelinci itu Halal gak sih?
2. Ada yang buka 24 Jam?
3. Rasanya amis gak?
4. Kalau bawa anak kecil, mending ke mana?
Jangan Pulang Sebelum Nyate!
Sate
Kelinci di Batu bukan sekadar makanan, tapi sebuah Identitas. Ada
kearifan lokal dalam setiap tusukannya, dari peternak lokal yang merawat
kelinci, pedagang bumbu di pasar, sampai ibu-ibu yang mengipas bara api di
tengah dinginnya malam.
Menikmati
sate kelinci di tahun 2026 ini adalah cara terbaik untuk "merasakan"
Kota Batu yang sesungguhnya. Jadi, buang keraguan kalian, siapkan perut kosong,
dan mulailah petualangan rasa ini.
Sudah
siap bikin lidah bergoyang?
Selamat
makan enak, Travelers! Sampai ketemu di antrean sate!
📖 Lihat Sumber Informasi dan Gambar
02. liputan6.com
03. msn.com
Referensi Gambar: Ilustrasi dibuat menggunakan teknologi AI.







