7 Lokasi Wisata di Kota Malang yang Mudah Dijangkau Wisatawan
- Mengapa Memilih Destinasi yang Mudah Dijangkau?
- Rekomendasi Destinasi di Jantung Kota Malang (Alun-Alun & Kayutangan)
- Surga Wisata Dekat Stasiun dan Terminal (Kampung Jodipan)
- Destinasi Wisata Keluarga dengan Akses Praktis (Hutan Malabar)
- Menelusuri Jejak Sejarah di Pusat Kota (Jalan Ijen & Museum)
- Tips Transportasi: Angkot, Online, hingga Bus Macito
- Kemudahan Akses Sebagai Nilai Tambah Wisata Malang
Bagi kamu yang baru pertama kali berkunjung, mencari lokasi wisata di kota malang yang praktis adalah kunci agar liburan tidak habis di jalan.
Mengapa aksesibilitas itu penting? Terutama bagi kamu yang hanya punya waktu akhir pekan atau sedang backpacking, memilih destinasi yang dekat dengan pusat transportasi akan menghemat energi dan biaya secara signifikan.
Mengapa Memilih Destinasi yang Mudah Dijangkau?
Saat merencanakan liburan singkat, seringkali kita terjebak dalam kemacetan jika salah memilih tujuan. Di Malang, pusat kegiatan wisata sebenarnya terkonsentrasi di area yang cukup berdekatan.
Dengan memilih lokasi yang strategis, kamu bisa mengunjungi tiga hingga empat tempat dalam satu hari hanya dengan mengandalkan transportasi publik atau transportasi online yang tersedia melimpah.
Ini sangat cocok untuk keluarga yang membawa anak kecil atau lansia yang tidak ingin terlalu lelah berjalan jauh dari area parkir.
![]() |
| Gereja Immanuel |
Rekomendasi Destinasi di Jantung Kota Malang
Titik nol kilometer adalah tempat terbaik untuk memulai petualanganmu. Alun-Alun Kota Malang bukan sekadar taman kota biasa.
Ini adalah ruang terbuka hijau yang dikelilingi oleh bangunan bersejarah seperti Masjid Jamik Malang dan Gereja Immanuel. Kamu bisa duduk bersantai di bawah pohon beringin raksasa sambil menikmati kuliner kaki lima yang bersih.
Bergeser sedikit, kamu akan menemukan kawasan Kayutangan Heritage. Kawasan ini baru saja direvitalisasi menjadi area pedestrian yang sangat nyaman.
Gaya bangunannya yang klasik membawa kamu kembali ke masa kolonial. Jaraknya hanya sekitar 5 menit berjalan kaki dari Alun-Alun, menjadikannya pilihan utama bagi kamu yang ingin foto-foto tanpa harus repot menyewa kendaraan.
Surga Wisata Dekat Stasiun dan Terminal
Bagi kamu yang datang menggunakan kereta api, kamu sangat beruntung. Begitu keluar dari Stasiun Malang Baru, kamu sudah disambut oleh Kampung Warna-Warni Jodipan dan Kampung Tridi.
Kamu hanya perlu berjalan kaki menyeberangi jembatan selama kurang dari 10 menit untuk sampai ke sana. Keunikan rumah-rumah yang dicat cerah di pinggir sungai ini telah diakui dunia dan menjadi spot foto wajib.
Jika kamu datang melalui Terminal Arjosari, akses menuju pusat kota juga sangat mudah. Banyak angkutan kota (angkot) yang siap mengantar kamu langsung menuju area penginapan di sekitar Jalan Soekarno-Hatta yang terkenal sebagai pusat keramaian anak muda dengan deretan kafe dan restorannya.
Destinasi Wisata Keluarga dengan Akses Praktis
Membawa keluarga artinya harus mempertimbangkan fasilitas. Taman Rekreasi Senaputra atau yang kini dikenal sebagai area budaya dan olahraga, terletak sangat dekat dengan kawasan rumah sakit dan pusat perbelanjaan.
Tempat ini menawarkan area bermain anak dan sering mengadakan pertunjukan seni tradisional Malang. Selain itu, ada Hutan Kota Malabar.
Meskipun berada di tengah kota, suasana di sini sangat rimbun dan tenang. Sangat cocok untuk piknik keluarga di pagi hari.
Akses jalannya lebar dan terdapat area parkir yang memadai, sehingga kamu yang membawa kendaraan pribadi tidak perlu bingung mencari tempat berhenti.
Menelusuri Jejak Sejarah di Pusat Kota
Malang adalah kota tua yang merawat memorinya dengan baik. Museum Brawijaya yang terletak di Jalan Ijen bisa ditempuh dalam waktu 10 menit dari pusat kota. Di sini, kamu bisa melihat peninggalan bersejarah termasuk Gerbong Maut yang legendaris.
Kawasan Jalan Ijen sendiri adalah lokasi wisata di kota malang yang menawarkan pemandangan arsitektur rumah kuno Belanda yang megah dengan jalur pedestrian yang lebar dan asri.
Tak jauh dari sana, ada Perpustakaan Umum Kota Malang dan Taman Slamet yang punya konsep modern namun tetap hijau. Semua titik ini berada dalam satu garis lurus, memudahkan kamu untuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya tanpa harus berganti banyak jenis transportasi.
![]() |
| Stasiun Malang Baru |
Tips Transportasi agar Liburan Makin Lancar
Untuk menjelajahi setiap sudut kota dengan efektif, ada beberapa pilihan transportasi yang bisa kamu gunakan:
- Angkutan Kota (Angkot): Malang terkenal dengan kode warna angkotnya (seperti LDH, ADL, atau AG). Ini adalah cara termurah untuk berkeliling jika kamu ingin merasakan pengalaman lokal.
- Transportasi Online: Ojek dan taksi online sangat responsif di sini. Hampir semua titik wisata memiliki titik jemput yang jelas.
- Macito (Malang City Tour): Bus tingkat terbuka milik pemerintah kota yang bisa kamu tumpangi secara gratis. Bus ini akan membawamu berkeliling ke landmark utama kota dengan rute yang sudah terjadwal.
Pastikan kamu mengecek kondisi cuaca sebelum berangkat, karena Malang sering turun hujan di sore hari pada bulan-bulan tertentu. Membawa payung kecil atau jas hujan akan sangat membantu mobilitasmu.
Kemudahan Akses Sebagai Nilai Tambah
Kemudahan akses adalah alasan utama mengapa Malang tetap menjadi primadona di Jawa Timur. Dengan banyaknya pilihan lokasi wisata di kota malang yang berada di pusat kota, liburan tidak lagi terasa melelahkan.
Kamu bisa merasakan perpaduan antara wisata sejarah, budaya, dan modernitas dalam satu area yang ringkas.
Jadi, sudah siap untuk mengepak tas? Malang siap menyambutmu dengan keramahtamahan yang khas. Rencanakan kunjungan singkatmu sekarang dan nikmati setiap sudut kota ini tanpa perlu khawatir soal transportasi yang rumit. Selamat berlibur!
FAQ
1. Wisata ke Malang enaknya kemana saja?
Untuk kunjungan singkat di pusat kota, kamu wajib
mengunjungi Alun-Alun Kota Malang, kawasan Kayutangan Heritage untuk
suasana klasik, dan Kampung Warna-Warni Jodipan. Jika ingin suasana alam
yang sejuk tanpa keluar kota, Hutan Kota Malabar dan Taman Slamet
adalah pilihan terbaik.
2. Apa yang paling terkenal dari Kota Malang?
Malang terkenal dengan julukan "Kota Bunga"
dan arsitektur kolonialnya yang masih terjaga. Secara ikonik, Malang sangat
populer dengan Kampung Tematik (seperti Jodipan), kuliner Bakso
Malang, Cwie Mie, serta apelnya. Selain itu, Malang adalah gerbang
utama menuju Gunung Bromo.
3. City tour Malang rutenya kemana saja?
Rute city tour terbaik biasanya dimulai
dari Stasiun Malang Baru, menuju Balai Kota dan Alun-Alun Tugu,
lalu menyusuri jalan legendaris Kayutangan Heritage. Kamubisa menutup
perjalanan dengan mengunjungi Museum Brawijaya di sepanjang Jalan Ijen
yang asri. Kamu juga bisa memanfaatkan bus Macito (Malang City Tour)
gratis untuk rute ikonik ini.
4. Berapa harga tiket masuk tempat wisata di Kota Malang?
Wisata
di pusat Kota Malang sangat terjangkau:
- Alun-Alun: Gratis (hanya bayar
parkir).
- Kayutangan: Gratis (hanya bayar parkir). Tetapi jika kamu ingin menikmati keindahan Kayutangan Heritage, cukup membayar sebesar Rp5.000 per orang.
- Kampung Jodipan: Sekitar Rp5.000.
- Museum Brawijaya: Sekitar Rp10.000.
- Bus Macito: Gratis (perlu reservasi melalui aplikasi).
Publish by Yolanda Deva Apriliana Putri (yda)




